IDNEWSUPDATE.COM - Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Denpasar dipadati ribuan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, yang menjadikan kekayaan budaya sebagai daya tarik utama kunjungan mereka.
Acara Peed Aya atau pawai pembukaan ini sukses menarik perhatian pengunjung yang ingin menyaksikan langsung ragam seni dan tradisi Bali.
Seorang wisatawan mancanegara asal Austria, Judith (37), mengaku sengaja datang lebih awal untuk mendapatkan posisi terbaik menyaksikan pawai. "Sangat bagus bahwa Bali memiliki semua tradisi ini, saya harap agar festival budaya tetap dipertahankan karena ini jadi daya tarik utama pariwisata juga saya kira," ujarnya. Ia telah menantikan festival ini setelah mendengar cerita dari temannya yang berasal dari Bali.
Meskipun cuaca terik, pengalaman menyaksikan kostum, musik, dan atraksi yang unik memberikan kesan mendalam bagi Judith. "Walaupun cuaca panas, bagi saya ini sangat spektakuler melihat semua kostum mereka, musiknya, atraksinya, dan ini sangat asing bagi kami, tapi sangat keren dan sangat sangat spesial," ungkapnya.
PKB Sambut Ribuan Pengunjung
Tidak hanya wisatawan asing, Rita Rahmawati (32) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama keluarganya juga menjadikan PKB sebagai tujuan utama liburan mereka ke Bali. "Saya tahu libur panjang ini akan ada PKB, jadi sengaja dari awal libur sekolah mengajak anak ke Bali," tuturnya. Mereka berencana menyaksikan rangkaian acara PKB selama sepekan kunjungan mereka di Taman Budaya Art Center.
Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka PKB 2026, didampingi Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka. Lebih dari 3.430 seniman dari 10 kabupaten/kota se-Bali dan Institut Seni Indonesia (ISI) Bali berpartisipasi dalam pawai pembukaan yang berlangsung di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Renon sejak pukul 14.00 Wita. Acara diawali dengan prosesi menepak kulkul dan dilanjutkan garapan kolaboratif Komunitas Seni Usadhi Langu bersama ISI Bali.
Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Bali, Ida Bagus Alit Suryana, menjelaskan bahwa PKB 2026 mengusung tema "Atma Kerthi: Jiwa Siddha Parishudha" atau penyucian jiwa dan penguatan kesadaran diri untuk membangun kehidupan harmonis. Tema ini bertujuan mengajak masyarakat memperkuat nilai-nilai leluhur Bali, seperti gotong royong, saling menghormati, dan menjaga keseimbangan hubungan dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan. PKB diharapkan menjadi wadah penguatan identitas budaya Bali dan menanamkan nilai luhur kepada generasi muda.
TAGS: BeritaSumber : antaranews.com
Posting Komentar