IDNEWSUPDATE.COM - Penyediaan motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai lebih dari Rp1 triliun menjadi sorotan publik, terlebih dengan status dealer yang masih belum beroperasi. Emmo, sebagai penyedia motor listrik, tengah berupaya membangun jaringan purnajual di berbagai wilayah Indonesia untuk mendukung program tersebut, namun semua lokasi dealer masih berstatus "segera hadir".
Kejaksaan Agung menyatakan bahwa nilai pengadaan motor listrik tersebut diduga merupakan hasil mark-up anggaran. Selain itu, vendor PT YAR (Yasa Artha Trimanunggal) yang ditunjuk sebagai penyedia motor listrik MBG dinilai tidak memenuhi syarat karena tidak memiliki dealer dan bengkel aktif.
PT YAR tercatat dalam laman katalog pengadaan Inaproc sebagai penyedia motor listrik merek Emmo JVX GT dan Emmo JVH Max. Informasi di situs resmi Emmo Indonesia menyebutkan bahwa produk motor Emmo pertama kali diluncurkan di Indonesia pada tahun 2025.
Perusahaan menargetkan pembangunan 50 dealer resmi di berbagai kota besar di Indonesia pada tahun 2026. "Hal ini memperkuat kepercayaan pelanggan terhadap brand Emmo," demikian pernyataan perusahaan di situs resminya.
Jaringan Dealer Emmo Belum Terbentuk
Rencana sebaran dealer Emmo meliputi beberapa wilayah di Pulau Jawa seperti Jakarta, Banten, Bogor, Semarang, Sleman, dan Surabaya. Di luar Pulau Jawa, dealer direncanakan akan dibangun di Mimika, Wamena, Sorong, Manokwari, Jayapura, dan Merauke. Namun, hingga kini semua lokasi dealer tersebut masih berstatus "Segera Hadir".
Pihak Emmo mengklaim bahwa seluruh dealer yang direncanakan akan beroperasi mulai Senin hingga Sabtu, pukul 08.00-17.00 WIB untuk wilayah Jawa, dan pukul 08.00-17.00 WIT untuk wilayah Papua.
Sumber : cnnindonesia.com
Posting Komentar