IDNEWSUPDATE.COM - Kolesterol tinggi sering diremehkan sebagai masalah kesehatan ringan, banyak individu merasa baik-baik saja meskipun kadarnya meningkat. Namun, tanpa disadari, penumpukan kolesterol dapat secara perlahan merusak pembuluh darah selama bertahun-tahun dan berujung pada komplikasi serius.
Para ahli jantung mengamati bahwa banyak pasien baru mengetahui kadar kolesterol mereka bermasalah ketika sudah mengalami kondisi berat seperti serangan jantung atau stroke. Hal ini menegaskan pentingnya pemeriksaan rutin dan langkah pencegahan sejak dini sebelum gejala muncul.
"Kolesterol tinggi juga sering kali tidak bergejala, sehingga banyak pasien baru mengetahui kondisinya setelah terjadi komplikasi," ujar Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Nancy Virginia. Ia menambahkan, masih banyak persepsi keliru mengenai kadar kolesterol yang sedikit di atas normal.
"Ah kolesterol saya tinggi dikit, 200 lebih dikit. LDL 150-160. Kadang naik kadang turun. Tapi tanpa kita sadari, sebenarnya itu adalah bom waktu," ujarnya lagi.
Faktor Pemicu dan Bahaya Tersembunyi
Kesalahpahaman umum lainnya adalah anggapan bahwa kolesterol tinggi hanya menyerang individu dengan berat badan berlebih. Kenyataannya, kondisi ini dapat memengaruhi siapa saja, termasuk mereka yang berpenampilan sehat dan memiliki pola makan yang terkesan baik. Perlu dipahami bahwa sekitar 80 persen kolesterol dalam tubuh diproduksi secara alami oleh organ hati, sementara sisanya, sekitar 20 persen, berasal dari asupan makanan.
"Sayangnya 80 persen dari kolesterol kita itu dibentuk oleh hati. Apa yang kita makan hanya bertanggung jawab sekitar 20 persen dari jumlah kolesterol yang ada di tubuh kita," jelasnya. Fenomena ini menjelaskan mengapa sebagian orang tetap memiliki kadar kolesterol tinggi meskipun telah mengurangi konsumsi makanan berlemak atau menjalani diet ketat.
Selain faktor pola makan, genetika juga memegang peranan signifikan. Kondisi yang dikenal sebagai familial hypercholesterolemia merupakan kelainan genetik yang menyebabkan kadar kolesterol sangat tinggi sejak usia muda. Kasus kolesterol tinggi kerap kali baru terdeteksi ketika pasien sudah menghadapi permasalahan serius pada jantung.
Kolesterol jahat atau LDL yang berlebihan dapat membentuk plak di dinding pembuluh darah. Seiring waktu, plak ini dapat menyempitkan aliran darah, yang pada akhirnya memicu serangan jantung maupun stroke.
Sumber : viva.co.id
Posting Komentar