BPOM Pacu Inovasi Jamu Lewat Dua Program Unggulan Nasional

Ilustrasi abstrak menampilkan botol-botol jamu tradisional Indonesia berjejer rapi dengan latar belakang daun-daunan hijau, melambangkan kekayaan alam dan inovasi dalam pengobatan herbal.
BPOM Pacu Inovasi Jamu Lewat Dua Program Unggulan Nasional

IDNEWSUPDATE.COM - Dalam rangka memperingati Hari Jamu Nasional, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi meluncurkan dua program strategis yaitu Buku Pustaka Bahan Aktif (PUSAKA) dan Bersinergi dalam Riset Inovatif Berdaya Saing Global dan Ekspansi Pasar (BRIDGE). Langkah ini diambil untuk memperkuat ekosistem inovasi obat berbahan dasar alam di Indonesia.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menjelaskan bahwa peringatan Hari Jamu Nasional memiliki makna ganda. Selain upaya promosi jamu sebagai warisan budaya bangsa, acara ini juga bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gaya hidup sehat melalui aktivitas fisik dan pemanfaatan obat tradisional berbasis bukti ilmiah dari Indonesia.

Pengakuan internasional terhadap jamu terus menguat, terbukti dengan penetapan jamu sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO. Selain itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga semakin membuka peluang pengembangan pengobatan tradisional yang didukung oleh penelitian ilmiah yang kuat.

Taruna Ikrar menyoroti perlunya memperkenalkan jamu kepada generasi muda. Tren global "back to nature" menjadi peluang emas untuk memperluas penggunaan jamu. Inovasi dalam pengemasan dan formulasi menjadi kunci agar jamu dapat diterima dan sesuai dengan selera generasi milenial dan alfa.

Tingkatkan Inovasi dan Riset Jamu

Indonesia dianugerahi kekayaan hayati luar biasa dengan puluhan ribu jenis tanaman yang sebagian besar telah dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional dan produk kesehatan. Saat ini, tercatat sekitar 22 ribu nomor izin edar untuk produk obat asli Indonesia, dan angka ini diharapkan terus bertambah seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk herbal.

"Ini adalah kekayaan yang luar biasa. Kita ingin semakin banyak masyarakat yang menggemari jamu karena ini milik kita sendiri," ujar Taruna Ikrar. BPOM memberikan perhatian khusus pada peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam pengembangan industri jamu. Para pelaku UMKM, termasuk penjual jamu gendong, memiliki potensi besar untuk berkembang melalui inovasi model bisnis dan pemanfaatan teknologi digital.

Peringatan Hari Jamu Nasional yang digelar BPOM selama sepekan mencapai puncaknya melalui Jamu Festival 2026. Acara ini menampilkan berbagai kegiatan seperti Ginger Run 5K, Parade Jamu Gendong, Lomba Meracik Jamu, pertunjukan budaya, musik, dan mini expo yang dimeriahkan oleh 130 penjual jamu gendong yang menyajikan jamu tradisional kepada pengunjung.

Ketua Umum GP Jamu, Jony Yuwono, menambahkan bahwa pengembangan jamu tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga memerlukan revitalisasi budaya Indonesia secara lebih luas. Ia mengajak berbagai pihak untuk berkolaborasi dalam melestarikan warisan budaya jamu yang diperjuangkan oleh para ibu jamu gendong.

Jony Yuwono berharap semangat para ibu jamu gendong dapat menginspirasi pengembangan produk jamu hingga ke sektor kosmetik, yang tentunya memerlukan dukungan dari BPOM. Dalam acara tersebut, BPOM juga menyerahkan Sertifikat Nomor Izin Edar (NIE) untuk produk obat herbal terstandar (OHT) dan fitofarmaka hasil hilirisasi penelitian. Selain itu, BPOM memberikan penghargaan kepada para peneliti yang berhasil mengantarkan risetnya menjadi produk bermanfaat bagi masyarakat, sebagai apresiasi atas kontribusi mereka dalam inovasi obat bahan alam nasional.

Sumber : antaranews.com

0/Post a Comment/Comments

Ads