IDNEWSUPDATE.COM - Pemerintah berencana mengubah skema penyaluran bantuan sosial (bansos) menjadi sepenuhnya tunai melalui transfer langsung kepada penerima manfaat. Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, mengonfirmasi bahwa tidak ada lagi bansos dalam bentuk barang, melainkan diproyeksikan mencapai Rp5,4 juta per orang.
Dalam skema baru ini, penyaluran bansos akan mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengelompokkan dan menyeleksi penerima manfaat secara akurat. Luhut menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk efisiensi anggaran dan ketepatan sasaran.
"Saya melihat nanti subsidi tidak akan lagi ke barang. Subsidi akan langsung kepada yang menerima karena rata-rata kita kumpulkan semua bansos itu dengan cash transfer dan seterusnya, ada Rp 5,4 juta per orang. Ini nanti akan dikelompokkan dengan AI," ujar Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa malam (9/6/2026).
Langkah ini merupakan inovasi dalam pengelolaan program kesejahteraan sosial.
Akselerasi Digitalisasi Bansos
Penerapan model baru ini telah melalui uji coba atau pilot project di Banyuwangi, Jawa Timur, yang dilaporkan berjalan sukses. Keberhasilan tersebut mendorong pemerintah untuk memperluas implementasi ke 42 kabupaten dan kota lainnya.
"Kita belajar dari model ini nanti kalau 42 ini sukses, Oktober tahun ini akan roll out nasional seluruh 514 kabupaten dan kota, dan kemudian presiden kami lapori," kata Luhut.
Diperkirakan, sistem baru ini akan memberikan penghematan anggaran negara yang signifikan, mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah. Selain itu, pemerintah berencana meluncurkan identitas data tunggal atau Digital Single ID yang terintegrasi pada akhir tahun ini.
"Mungkin akhir tahun ini akan ada Digital Single ID yang mengakibatkan semua bansos atau direct cash transfer itu akan targeted. Jadi akan sesuai dan itu akan menghemat angka cukup besar," tegas Luhut.
Sumber : cnbcindonesia.com
Posting Komentar