70 Persen Sampah Nasional Bisa Tuntas di Rumah Kata BRIN


IDNEWSUPDATE.COM -  Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan bahwa 70 persen permasalahan sampah di Indonesia dapat diselesaikan langsung dari sumbernya, yaitu rumah tangga. Hal ini disampaikan peneliti ahli utama BRIN, Sri Wahyono, dalam sebuah acara yang membahas pengelolaan sampah dan fasilitasi kebijakan di daerah.

Menurut Sri Wahyono, komposisi sampah di Indonesia didominasi oleh sampah organik, terutama sisa makanan. Jika setiap rumah tangga mampu mengelola sampah organiknya sendiri, maka sekitar 50 persen dari total beban sampah nasional dapat teratasi. "Kalau semua rumah tangga menangani sampah makanannya sendiri, sebenarnya masalah sampah sudah berkurang separuh," ujarnya.

Strategi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Selain sampah organik, sekitar 20 persen dari total sampah juga terdiri dari material yang memiliki nilai ekonomi seperti plastik, kertas, dan logam yang dapat didaur ulang. Dengan menerapkan pengelolaan sampah organik di rumah tangga dan praktik daur ulang, potensi penahanan volume sampah agar tidak sampai ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) bisa mencapai 70 persen. Pendekatan hulu ini dinilai jauh lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan teknologi pengolahan sampah di hilir. Idealnya, TPA hanya digunakan untuk menampung residu atau sampah yang benar-benar tidak dapat diolah lebih lanjut.

Meskipun teknologi sederhana untuk pengelolaan sampah rumah tangga sudah tersedia, tantangan terbesar justru terletak pada perubahan perilaku masyarakat. Rendahnya kesadaran untuk memilah sampah sejak dari sumber masih menjadi penyebab utama tingginya volume sampah yang menumpuk di TPA. Tanpa pemilahan yang baik dari hulu, teknologi pengolahan sampah yang canggih di hilir seperti Refuse Derived Fuel (RDF) atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) tidak akan dapat bekerja secara optimal.

Kondisi darurat sampah yang kini melanda sejumlah kota besar seperti Bandung Raya, Yogyakarta, dan Denpasar menunjukkan urgensi dari permasalahan ini. Keterbatasan kapasitas TPA menjadi tekanan hebat bagi pemerintah daerah. Oleh karena itu, pengelolaan sampah yang berfokus pada rumah tangga menjadi kunci utama untuk mengatasi darurat sampah nasional secara berkelanjutan.

0/Post a Comment/Comments

Ads