Pemerintah Tingkatkan Kesiapan Hadapi Krisis Iklim dan Ketahanan Pangan Nasional




IDNEWSUPDATE.COM -  
Pemerintah Indonesia bersiap menghadapi tantangan ganda berupa krisis iklim dan potensi kerawanan pangan yang diperparah oleh ketidakpastian ekonomi global dan konflik geopolitik. Dalam upaya mengatasi hal ini, kedaulatan pangan dinilai menjadi kunci utama untuk memastikan ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat.

Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan, Widiastuti, menjelaskan bahwa perubahan iklim yang ekstrem secara langsung memengaruhi sektor pangan. Fenomena alam ini dapat memicu volatilitas harga pangan, mengganggu rantai pasok global, dan meningkatkan ketergantungan antarnegara.

"Perubahan iklim yang memang cukup ekstrim, konflik geopolitik yang belum mereda dan rantai pasok global yang memang ada beberapa gangguan ya, mungkin yang sudah ada perbaikan tapi yang beberapa pun masih dan ini berdampak langsung pada sektor pangan," ujar Widiastuti dalam program Coffee Morning CNBC Indonesia.

Situasi ini menuntut Indonesia untuk tidak hanya berhenti pada swasembada beras yang telah dicapai pada tahun 2025, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan secara menyeluruh dan berkelanjutan hingga tahun 2045.

Penguatan Infrastruktur Pertanian dan Sistem Irigasi

Menghadapi dampak perubahan iklim, seperti fenomena El Nino Godzilla yang dapat menyebabkan gangguan cuaca ekstrem dan risiko gagal panen, pemerintah menekankan pentingnya penguatan sistem irigasi. Upaya ini dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian/lembaga, bekerja sama dengan asosiasi pertanian, agribisnis, serta korporasi seperti PT Pupuk Indonesia.

"Misalkan irigasi ini yang kita lakukan. Pengairan lagi kita proses ini memang lagi kita galakan untuk kita sinkronisasikan terkait titik-titik irigasi di Indonesia," kata Widiastuti.

Ketahanan pangan dimaknai sebagai kemampuan negara untuk memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Capaian swasembada beras pada 2025 menjadi bukti kemampuan tersebut. Pemerintah menargetkan kedaulatan pangan dapat terwujud sepenuhnya pada tahun 2029, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. Untuk mencapai tujuan besar ini, koordinasi dan kerja sama dari seluruh pihak sangat dibutuhkan.

Sumber : CNBC Indonesia

0/Post a Comment/Comments

Ads