Proses identifikasi terhadap 10 korban telah berhasil diselesaikan oleh tim DVI Dokkes Polri pada Selasa (28/4). Identifikasi dilakukan melalui pencocokan DNA antara jenazah dan keluarga korban. "Sepuluh jenazah telah berhasil diidentifikasi," ujar Karo Dokpol RS Polri Brigjen Eddy Purnama Wirawan dalam konferensi pers.
Berikut adalah daftar korban yang berhasil diidentifikasi di RS Polri:
- Tutik Anita Sari (31) dari Cikarang Barat.
- Harum Anjasari (27) dari Cipayung, Jakarta Timur.
- Nur Alimantun Citra Lestasi (19) dari Jambi.
- Farida Utami (50) dari Cibitung, Bekasi.
- Vica Acnia Fratiwi (27) dari Cikarang Barat.
- Ida Nuraida (48) dari Cibitung, Bekasi.
- Gita Septia Wardani (20) dari Cibitung, Bekasi.
- Fatmawati Rahmayani (29) dari Bekasi Selatan.
- Arinjani Novita Sari (25) dari Tambun Selatan.
- Nur Ainia Eka Rahmadhynna (32) dari Tambun Selatan.
Sementara itu, lima korban lainnya diidentifikasi di rumah sakit sekitar Stasiun Bekasi Timur:
- RSUD Kota Bekasi: Nuryati (41), Nurlaela (39), dan Enggar Retno Krisjayanti (35).
- RS Bella Bekasi: Ristuti Tustirahato.
- RS Mitra Keluarga Bekasi Timur: Adelia Rifani.
Menurut keterangan resmi Kementerian Perhubungan, insiden berawal ketika rangkaian KRL relasi Bekasi-Cikarang tertabrak mobil di perlintasan sebidang JPL 85. Akibatnya, rangkaian KRL tersebut dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti beroperasi dan berjalan di luar jadwal reguler.
Kronologi Kejadian Tragis
Sebagai dampak dari peristiwa tersebut, petugas kemudian menghentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang menuju Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur. Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya, sehingga terlibat tabrakan dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti.

Posting Komentar