Ringgo Agus Rahman Temukan Makna Baru Menjadi Ayah dalam Film "Nala: Dengar Aku Juga"




IDNEWSUPDATE.COM -  Aktor Ringgo Agus Rahman mengungkapkan kegembiraannya memerankan sosok ayah dengan dua anak perempuan dalam film terbarunya yang bertajuk "Nala: Dengar Aku Juga". Pengalaman ini memberikannya perspektif unik tentang dinamika keluarga.

"Kalau saya pribadi di rumah kan saingannya banyak cowok-cowok begitu, kalau di sini (dalam film) kayak oh begini rasanya jadi ganteng sendiri," ujar Ringgo saat konferensi pers di Jakarta pada Selasa (6/1/2026).

Peran sebagai ayah dalam film ini telah membuka pandangan baru bagi Ringgo mengenai pola asuh dan pemahaman mendalam tentang karakter anak perempuan. Ia menyadari bahwa anak perempuan cenderung lebih ekspresif dibandingkan anak laki-laki, sebuah perbedaan yang ia rasakan kontras dengan pengalaman pribadinya di rumah.

"Anak perempuan itu lebih ekspresif begitu, seru ya, suka fellow city," tambahnya.

Memahami Perjuangan Seorang Ayah

Lebih lanjut, Ringgo mengamati bahwa film "Nala: Dengar Aku Juga" mengangkat tema universal mengenai kesulitan yang dihadapi para ayah. Seringkali, para ayah dihadapkan pada dilema antara kehadiran dalam momen penting keluarga dan tuntutan mencari nafkah, sebuah konflik batin yang digambarkan dengan kuat dalam cerita.

Aktris Tika Bravani, yang turut membintangi film ini, menambahkan bahwa narasi yang disajikan akan sangat relevan bagi banyak penonton. Ia menekankan bahwa ketidakhadiran orang tua selama masa tumbuh kembang anak merupakan bentuk pengorbanan yang seringkali harus dilakukan demi pekerjaan.

"Nala: Dengar Aku Juga" mengisahkan sebuah keluarga yang menjalani kehidupan mereka dengan cara masing-masing. Di tengah kesibukan dan jarak emosional yang mulai terasa, Nala (diperankan oleh Michelle Yuri), si bungsu yang ceria, berupaya menjaga kehangatan rumah melalui tindakan sederhana. Sementara itu, kakaknya, Laras (diperankan oleh Quinn Salman), menyimpan kerinduan yang tak terucap pada sosok ayah (Ringgo Agus Rahman) dan perhatian ibu (Tika Bravani) yang terasa semakin menjauh. Penemuan sebuah walkman tua oleh Nala menjadi katalisator yang membuka kembali percakapan tentang kerinduan, jarak, dan cinta yang sebenarnya selalu ada, menanti untuk didengar.

Sumber : antara



0/Post a Comment/Comments