Penyebab utama pusing saat puasa adalah dehidrasi, sehingga kunci pencegahannya terletak pada manajemen asupan cairan. Pastikan tubuh mendapatkan sekitar 2 hingga 2,5 liter air yang diminum secara bertahap, mulai dari waktu berbuka hingga sahur. Pola yang dianjurkan adalah dua gelas saat berbuka, beberapa gelas di malam hari, dan dua gelas lagi saat sahur untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.
Selain air putih, asupan cairan juga bisa didukung melalui konsumsi makanan yang kaya akan kandungan air. Makanan seperti buah dan sayuran dapat membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh, sekaligus mengurangi risiko kelelahan. "Air tetap menjadi pilihan terbaik, tetapi hidrasi juga dapat diperoleh dari makanan dengan kandungan air tinggi seperti semangka, mentimun, jeruk, beri, yogurt, dan sup," kata Jimmy Joseph, spesialis penyakit dalam dan Diabetologi di Aster Specialist Medical Centre.
Nutrisi seimbang juga memegang peranan krusial, terutama pada menu sahur. Pilihlah makanan dengan karbohidrat kompleks seperti oatmeal atau biji-bijian utuh yang melepaskan energi secara perlahan. Kombinasikan dengan protein rendah lemak seperti telur dan lemak sehat dari alpukat atau kacang-kacangan agar terhindar dari penurunan energi drastis yang dapat memicu sakit kepala.
Jangan Abaikan Waktu Istirahat
Perubahan pola tidur selama bulan Ramadhan, seperti bangun lebih awal untuk sahur, sering kali menjadi pemicu sakit kepala. Oleh karena itu, memastikan tubuh mendapatkan istirahat yang cukup sangatlah penting. Selain menjaga kualitas tidur di malam hari, manfaatkan waktu luang di siang hari untuk tidur singkat atau napping agar tubuh tetap segar dan fokus, serta metabolisme tubuh terjaga dengan baik.

Posting Komentar