IDNEWSUPDATE.COM - Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memproyeksikan industri kendaraan roda dua di Indonesia memiliki potensi untuk terus berkembang di tahun 2026, meskipun dihadapkan pada sejumlah tantangan. Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, menyoroti pemberlakuan pajak opsen sebagai tantangan utama yang perlu diatasi.
"Kami memahami kebutuhan kenaikan pendapatan setiap pemerintah daerah. Kalaupun ada kenaikan opsen, kami berharap dapat diberikan juga insentif dengan tidak menaikkan pajak kendaraan sehingga dampaknya tidak berpengaruh ke permintaan konsumen," kata Sigit.
Selain isu perpajakan daerah, kondisi geopolitik global dan fluktuasi harga komoditas serta cuaca diprediksi akan memengaruhi stabilitas daya beli masyarakat.
Tantangan dan Peluang Pertumbuhan
Meskipun menghadapi berbagai potensi kendala, AISI memproyeksikan pasar sepeda motor domestik akan relatif stabil dengan perkiraan penjualan antara 6,4 juta hingga 6,7 juta unit di tahun ini. Pertumbuhan penjualan ini sangat bergantung pada peran perusahaan pembiayaan, mengingat mayoritas masyarakat Indonesia masih mengandalkan skema kredit untuk pembelian kendaraan. Kontribusi pembelian secara kredit yang mencapai sekitar 65 persen menegaskan pentingnya industri pembiayaan sebagai penopang utama laju permintaan pasar.
Tahun sebelumnya, daya beli masyarakat, khususnya segmen menengah, mengalami penurunan. Namun, banyak yang beralih membeli sepeda motor untuk mendukung kegiatan ekonomi produktif, sehingga pasar tetap menunjukkan pertumbuhan meskipun tidak signifikan. "Tahun lalu diwarnai penurunan daya beli terutama di masyarakat ekonomi menengah dan mereka memilih membeli sepeda motor untuk menopang kegiatan ekonomi produktif mereka. Ini juga membuat market tahun lalu tetap tumbuh meski tidak besar," ujar Sigit.
Sepanjang tahun 2025, AISI berhasil membukukan penjualan sebanyak 6.412.769 unit, melampaui target yang ditetapkan antara 6,4 juta hingga 6,7 juta unit. Angka ini mencerminkan kebutuhan masyarakat yang tinggi terhadap sepeda motor sebagai moda transportasi yang efisien dan efektif, baik untuk keperluan ekonomi maupun aktivitas gaya hidup. "Kami berharap pertumbuhan ini akan berlanjut tahun ini sehingga industri sepeda motor dapat terus berkontribusi menggerakkan ekonomi tahun ini," tambah Sigit.
Data AISI menunjukkan bahwa segmen skutik mendominasi pasar sepeda motor baru domestik pada tahun lalu dengan pangsa 91,7 persen. Motor jenis underbone menyumbang 4,46 persen, tipe sport sebesar 3,51 persen, sementara sepeda motor listrik masih berada di bawah 1 persen.
Sumber : antara
Posting Komentar