Presiden Prabowo Gelar Dialog dengan 1.200 Pakar Sosial Humaniora di Istana





IDNEWSUPDATE.COM-  Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dialog dengan 1.200 guru besar, dekan, dan rektor yang berfokus pada bidang sosial humaniora di halaman tengah Istana Kepresidenan RI, Jakarta, pada Kamis pagi. Acara ini menjadi kelanjutan dari pertemuan serupa yang sebelumnya didominasi oleh pakar di bidang STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika).

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Stella Christie, menjelaskan bahwa pertemuan kali ini secara khusus diperuntukkan bagi para akademisi di bidang sosial humaniora. Beliau menekankan bahwa perhatian pemerintah terhadap bidang ini tidak berkurang, justru Presiden Prabowo ingin mendengar langsung masukan dari para pakar di bidang tersebut.

Fokus Dialog pada Sosial Humaniora

Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB ini berlangsung secara tertutup. Rangkaian acara meliputi penyampaian taklimat dari Presiden Prabowo, dilanjutkan dengan sesi dialog interaktif. "Kami tentu saja sangat gembira sekali bahwa Bapak Presiden sangat ingin berdialog langsung dengan kami, para akademisi," ujar Prof. Stella Christie saat ditemui di lokasi acara.

Lebih dari seribu undangan yang terdiri dari guru besar, dekan, dan rektor dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia, telah hadir di Istana Kepresidenan RI sejak pagi hari. Beberapa di antara mereka terlihat mengenakan jas resmi almamater, sementara yang lain tampil dengan jas formal tanpa atribut perguruan tinggi. Sebagian besar tamu undangan memasuki area Istana melalui pintu di Jalan Majapahit dan diarahkan masuk dari bagian belakang Istana Negara.

Sejumlah pejabat negara turut hadir dalam pertemuan tersebut, antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan pentingnya dialog yang diselenggarakan antara Presiden dan para akademisi bidang sosial humaniora.

Sumber : antara



0/Post a Comment/Comments