IDNNEWSUPDATE.COM - Menyambut perayaan Tahun Baru Imlek yang penuh makna, Dr. Listyo Yuwanto, dengan bangga meluncurkan serangkaian buku cerita bergambar yang bertujuan memperkaya literasi dan mempererat harmoni antarbudaya untuk semua usia. Buku-buku bertema Imlek merupakan karya rutin Dr. Listyo Yuwanto tiap tahunnya, namun tahun ini ada yang istimewa karena dibuat 5 buku sekaligus.
Pertama buku Shio Cina Jawa Kreasi Xi Mon dan Bao Kam sebuah eksplorasi unik yang memadukan filosofi Shio Tionghoa dengan kearifan lokal Jawa, dilengkapi ilustrasi menawan yang menampilkan busana kombinasi batik Jawa dan pakaian tradisional Tionghoa. Kedua Cerita Imlek kumpulan kisah-kisah menarik seputar tradisi, legenda, dan makna di balik perayaan Imlek, disajikan dengan cerita yang mudah dipahami.
Ketiga Harmoni Nada Tionghoa pengenalan menyenangkan terhadap musik dan alat musik tradisional Tionghoa, serta nilai-nilai harmoni yang dikandungnya. Keempat Patung Naga Giok berisi cerita tentang patung naga sebagai simbol budaya Tionghoa yang penuh keberkahan. Terakhir adalah buku yang sesuai dengan tema Imlek tahun ini yaitu Tahun Kuda Api: Lie Fei Cen. Kelima buku ini dikelola dan didistribusikan oleh ILS+ Surabaya,
Dr.
Listyo Yuwanto merancang buku-buku ini dengan prinsip inklusivitas. Setiap
halaman dilengkapi dengan ilustrasi berwarna yang menarik dan menggunakan
ukuran huruf yang besar serta layout yang lapang, sehingga nyaman dibaca oleh
lansia dan mereka yang membutuhkan kemudahan dalam membaca. Pendekatan ini
menjadikan buku-buku ini sebagai bahan literasi yang menghubungkan generasi,
memungkinkan kakek-nenek dan cucu-cucunya menikmati cerita yang sama dengan
nyaman.
Sorotan
utama dari seri ini adalah buku berjudul Shio Cina Jawa Kreasi Xi Mon dan Bao Kam. Buku
ini bukan sekadar pengenalan shio, tetapi menyatukan dua budaya besar Nusantara
Tionghoa dan Jawa. Melalui karakter Xi Mon dan Bao Kam, pembaca diajak melihat
bagaimana nilai-nilai universal dari kedua budaya dapat bersinergi. Ilustrasi
pakaian adat yang memadukan motif batik Jawa yang detail dengan tradisional
Tionghoa menjadi simbol nyata dari kerukunan dan keindahan budaya yang berpadu.
"Buku-buku ini saya dedikasikan untuk memperkuat literasi anak-anak Indonesia sekaligus merayakan kekayaan budaya kita yang majemuk," ujar Dr. Listyo Yuwanto. Melalui Shio Cina Jawa, khususnya, saya ingin menunjukkan bahwa perbedaan adalah anugerah yang bisa menciptakan harmoni indah. Saya berharap keluarga Indonesia dapat menjadikan buku ini sebagai literasi dialog antargenerasi dan antarbudaya, terutama dalam momen spesial seperti Imlek."

Posting Komentar