Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, mengumumkan penetapan status tanggap darurat bencana menyusul banjir dan longsor yang melanda belasan desa di tiga kecamatan, yaitu Kao Barat, Galela Utara, dan Loloda Utara. "Bencana banjir dan longsor melanda belasan desa di tiga kecamatan akibat hujan lebat yang terjadi sejak Selasa. Curah hujan tinggi menyebabkan volume air sungai meningkat hingga meluap dan memicu longsor di sejumlah wilayah," ujar Bupati Piet Hein Babua saat konferensi pers di Ternate, Rabu (7/1/2026).
Penanganan Darurat dan Dampak Bencana
Di Halmahera Utara, luapan sungai akibat hujan deras merendam Desa Soamaetek, Pitago, Tuguis, Parseba, Bailengit, dan Tubuolamo di Kecamatan Kao Barat. Sementara itu, Kecamatan Galela Utara dilanda banjir di Desa Saluta, Tutumaluleo, Togasa, dan Pelita. Bencana ini juga menyebabkan dua jembatan rusak dan tidak dapat dilalui kendaraan besar. Satu korban jiwa dilaporkan meninggal dunia di Desa Pelita.
Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Loloda Utara, di mana lima desa yaitu Ngajam, Worimoi, Doitia, Asimiro, dan Darume tergenang banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Utara menghadapi kendala dalam penanganan karena kondisi jalan yang dipenuhi lumpur dan genangan air, serta cuaca laut yang tidak bersahabat. Pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan stimulan dan BPBD akan melakukan pendataan menyeluruh untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Sementara itu, di Kabupaten Halmahera Barat, tim SAR diterjunkan untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir di Kecamatan Ibu, khususnya di Desa Kampung China dan Desa Tabaru. Luapan air yang terjadi tiba-tiba merendam rumah warga dan memutus akses jalan. Kepala Basarnas Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan Kantor SAR Ternate mengerahkan Tim Rescue dengan dua unit Search and Rescue Unit (SRU) untuk mempercepat proses evakuasi.
SRU 1 diberangkatkan menggunakan Kapal Negara (KN) SAR 237 Pandu Dewanata dari Pelabuhan A Yani Ternate menuju Pelabuhan Jailolo, sementara SRU 2 bergerak melalui jalur darat menuju Pelabuhan Sidangoli lalu ke lokasi banjir di Kecamatan Ibu. Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Maluku Utara juga turut serta dalam operasi pencarian dan pertolongan warga yang terdampak banjir di Desa Tongute Ternate, Kecamatan Ibu.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Baabullah Ternate telah mengeluarkan peringatan dini cuaca. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah Maluku Utara, termasuk Kabupaten Halmahera Barat dan Kota Ternate, serta berpotensi meluas ke wilayah lain. BMKG menyatakan kombinasi dinamika atmosfer, termasuk Siklon Tropis Jenna, menjadi faktor pemicu kondisi cuaca tersebut.
Sumber : cnnindonesia

Posting Komentar