Pelemahan ini menandai pertama kalinya mata uang Garuda menembus level psikologis Rp17.900 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar global terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah. Situasi ini kembali memicu lonjakan harga minyak dunia dan mendorong investor untuk memburu aset yang dianggap aman, termasuk dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, sebelumnya telah memperkirakan potensi pelemahan rupiah terhadap dolar AS seiring dengan meningkatnya risiko geopolitik global. "Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS oleh eskalasi baru di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap harapan perdamaian dan melonjaknya harga minyak dunia," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Lukman memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan hari itu akan berada dalam rentang Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah dibuka pada level Rp17.878 per dolar AS pada perdagangan pagi, terkoreksi 39 poin atau 0,22 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Faktor Pemicu Pelemahan Rupiah
Pelemahan rupiah yang terjadi pada Rabu (3/6/2026) pagi dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Salah satunya adalah eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kembali meningkat. Situasi ini secara langsung berdampak pada kenaikan harga minyak dunia, yang merupakan komoditas global penting. Kenaikan harga minyak seringkali dikaitkan dengan peningkatan ketidakpastian ekonomi global.
Dalam kondisi ketidakpastian seperti ini, investor cenderung mengalihkan portofolio mereka ke aset-aset yang dianggap lebih aman. Dolar AS, sebagai salah satu mata uang cadangan dunia, kerap menjadi pilihan utama dalam situasi seperti ini. Permintaan yang meningkat terhadap dolar AS otomatis menekan nilai mata uang negara lain, termasuk rupiah. Fenomena ini dikenal sebagai flight to safety, di mana investor mencari perlindungan aset di tengah gejolak pasar.
Selain sentimen eksternal tersebut, faktor internal dan persepsi pasar terhadap stabilitas ekonomi Indonesia juga turut berperan. Berbagai berita dan analisis ekonomi yang beredar dapat memengaruhi kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi domestik. Pelemahan rupiah ini menjadi catatan penting bagi para pemangku kepentingan ekonomi untuk terus memantau dan mengambil langkah strategis guna menjaga stabilitas nilai tukar.
Posting Komentar