Presiden Prabowo Lantik Nanik S Deyang Sebagai Kepala Badan Gizi Nasional Pekan Depan

Potret Nanik S Deyang, wanita profesional dengan latar belakang kantor modern, tersenyum confidently.
Presiden Prabowo Lantik Nanik S Deyang Sebagai Kepala Badan Gizi Nasional Pekan Depan

IDNEWSUPDATE.COM - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan melantik Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada pekan depan. Keputusan ini diambil setelah Presiden memberhentikan Dadan Hindayana dari posisi tersebut.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI, Prasetyo Hadi, mengumumkan bahwa pelantikan Nanik S Deyang sebagai pimpinan baru BGN telah diagendakan. "Berkenaan dengan masalah pelantikan, kami agendakan di minggu depan," ujar Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis, 4 Juni 2026.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah memberhentikan Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional terhitung sejak Selasa, 2 Juni 2026. Pengumuman pemberhentian ini disampaikan langsung oleh Mensesneg Prasetyo Hadi dalam sebuah konferensi pers di Kantor Presiden.

"Pada hari ini Selasa tanggal 2 Juni 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional," kata Prasetyo Hadi pada Selasa malam di Kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta.

Nanik S Deyang, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil kepala BGN, kini dipromosikan untuk mengisi posisi tertinggi di badan tersebut. Bersamaan dengan pergantian ini, Presiden juga menunjuk Agustina Arumsari sebagai wakil kepala BGN menggantikan Lodewijk Pusung, serta Mayor Jenderal TNI Trenggono yang menggantikan Sony Sonjaya.

Kepemimpinan dan Program Gizi

Presiden Prabowo Subianto menyatakan komitmennya yang kuat terhadap integritas dan keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menekankan pentingnya memastikan tidak ada penyimpangan atau penyalahgunaan kepercayaan dalam pelaksanaan program tersebut. Keputusan pergantian pimpinan BGN ini diambil setelah menerima berbagai laporan mengenai kekurangan, kejanggalan, hingga indikasi penyelewengan dalam program yang sedang berjalan.

Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa kepemimpinan yang berkualitas menjadi faktor penentu utama kesuksesan sebuah organisasi. "Pemimpin baik, organisasi baik. Pemimpin tidak baik, organisasi tidak baik. Apalagi pemimpin tidak benar, tidak kompetensi, atau tidak jujur," tegasnya. Ia juga mengutip pesan almarhum ayahandanya, Prof. Sumitro Djojohadikusumo, yang mengingatkannya untuk selalu berpihak pada rakyat ketika menghadapi keraguan dalam mengambil keputusan, sebuah prinsip yang ia pegang teguh dalam pengambilan keputusan strategis ini, yang diputuskan pada Selasa, 2 Juni 2026.

Sumber : viva.co.id

0/Post a Comment/Comments

Ads