Di Provinsi Banten, KA Lokal Rangkasbitung–Merak memegang peranan krusial. Dengan tarif sangat terjangkau hanya Rp3.000 per perjalanan, kereta api ini menjadi urat nadi yang menghubungkan area pemukiman, pusat niaga, kawasan industri, pusat pemerintahan, institusi pendidikan, hingga Pelabuhan Merak yang vital sebagai gerbang transportasi Jawa-Sumatra.
Biaya perjalanan yang minimal ini berdampak signifikan pada anggaran rumah tangga. Masyarakat memiliki alokasi dana lebih besar untuk kebutuhan primer seperti pendidikan, konsumsi, atau pengembangan usaha kecil. Dengan demikian, transportasi publik bukan sekadar sarana berpindah, melainkan juga instrumen efisiensi ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat.
Antusiasme publik terhadap layanan ini terbukti dari lonjakan jumlah pengguna yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2023, KA Lokal Rangkasbitung–Merak melayani 3.617.478 penumpang, angka ini naik menjadi 4.269.154 pada 2024, dan kembali bertambah menjadi 4.463.498 penumpang di tahun 2025. Hingga Mei 2026, sudah tercatat 1.978.799 penumpang yang menggunakan layanan ini, mengindikasikan integrasi yang semakin kuat antara kereta api dengan rutinitas harian warga Banten, baik untuk bekerja, bersekolah, berdagang, maupun mengakses layanan publik.
KA Lokal Rangkasbitung-Merak dan Kereta Petani Pedagang Penggerak Ekonomi Banten
Jalur yang membentang dari Stasiun Rangkasbitung hingga Merak, melalui Jambu Baru, Catang, Cikeusal, Walantaka, Serang, Karangantu, Tonjong Baru, Cilegon, dan Krenceng, menjadikan layanan ini sebagai penghubung vital berbagai pusat aktivitas di sepanjang Banten bagian barat. "Transportasi publik yang terjangkau memberikan dampak ekonomi yang luas. Masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan biaya yang lebih efisien, memiliki akses yang lebih besar terhadap lapangan pekerjaan, serta menjangkau pusat-pusat ekonomi yang sebelumnya membutuhkan biaya perjalanan lebih tinggi," ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.
Pentingnya peran kereta api ini semakin terasa mengingat karakteristik wilayah yang dilalui. Lintas Rangkasbitung–Merak menghubungkan Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kota Serang, Kota Cilegon, hingga Pelabuhan Merak. Dengan populasi Kota Serang mencapai sekitar 756 ribu jiwa dan Kota Cilegon sekitar 465 ribu jiwa pada data BPS 2024, kedua kota ini merupakan pusat ekonomi yang ditopang oleh sektor perdagangan, jasa, manufaktur, dan aktivitas pelabuhan. Kebutuhan mobilitas antarwilayah ini sangat tinggi setiap harinya.
Kereta api berperan mempertemukan area residensial dengan kawasan produktif, menghilangkan hambatan jarak bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan, menjalankan usaha, dan mengakses pendidikan. Semakin lancar mobilitas, semakin besar pula peluang ekonomi yang dapat diraih.
Peran ekonomi ini semakin dipertegas dengan hadirnya Kereta Petani dan Pedagang yang mulai beroperasi sejak 1 Desember 2025. Layanan ini lahir dari kebutuhan riil masyarakat yang ekonominya bergantung pada pasar tradisional, sentra perdagangan, dan kawasan pertanian di sepanjang jalur Merak. Selama Januari hingga Mei 2026, kereta ini telah melayani 20.908 perjalanan penumpang. Total sejak beroperasi hingga akhir Mei 2026, tercatat 25.023 perjalanan penumpang. Data ini mencerminkan aktivitas ekonomi yang dinamis setiap hari, mulai dari pedagang mencari pasokan, petani menuju pasar, hingga pelaku usaha mikro yang menghemat biaya dan waktu tempuh.
Bagi para petani dan pedagang, efisiensi biaya transportasi secara langsung meningkatkan pendapatan bersih mereka. Semakin rendah ongkos perjalanan, semakin besar ruang untuk ekspansi usaha, perluasan pasar, dan peningkatan keuntungan. Manfaat layanan ini pun meluas, mendukung pertumbuhan ekonomi di berbagai titik yang terhubung oleh jalur kereta api.
"Ketika seorang pedagang dapat menghemat biaya perjalanan, daya saing usahanya ikut meningkat. Ketika petani lebih mudah menjangkau pasar, akses terhadap pembeli menjadi lebih luas. Ketika masyarakat dapat bepergian dengan biaya yang terjangkau, maka peluang ekonomi yang dapat diakses juga menjadi lebih besar. Di situlah transportasi publik memberikan manfaat yang melampaui fungsi perpindahan orang," jelas Anne.
Dalam kajian pembangunan, konektivitas merupakan faktor kunci produktivitas wilayah. Semakin baik konektivitas, semakin tinggi potensi pertukaran barang, jasa, tenaga kerja, dan aktivitas ekonomi lainnya. Setiap perjalanan kereta menjaga kelancaran pergerakan masyarakat dan aktivitas ekonomi di koridor Rangkasbitung–Merak. KA Lokal Rangkasbitung–Merak dan Kereta Petani dan Pedagang membuktikan bagaimana akses transportasi terjangkau dapat memperkuat geliat ekonomi masyarakat. Pertumbuhan penumpang dari tahun ke tahun menegaskan bahwa mobilitas adalah kebutuhan krusial seiring berkembangnya kawasan permukiman, perdagangan, industri, dan jasa di Banten. Di sepanjang lintas Rangkasbitung–Merak, setiap perjalanan adalah representasi masyarakat yang beraktivitas, bekerja, berdagang, belajar, dan membangun usaha, menjaga keterhubungan antarwilayah serta memperluas akses peluang ekonomi.
Sumber : antara

Posting Komentar