Menurut Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, kenaikan harga minyak mentah internasional pada April 2026 sangat dipengaruhi oleh memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran menimbulkan kekhawatiran luas akan potensi gangguan pasokan minyak global.
Faktor Pendorong Kenaikan Harga Minyak Mentah April 2026
Laode Sulaeman menjelaskan lebih lanjut, "Peningkatan harga minyak mentah pada April 2026 dipengaruhi oleh berlanjutnya eskalasi konflik geopolitik yang meningkatkan risiko gangguan suplai minyak dunia, terutama terkait kondisi di kawasan Timur Tengah dan Selat Hormuz." Berbagai insiden sepanjang April 2026, termasuk ketegangan di Selat Hormuz, blokade pelabuhan Iran oleh Amerika Serikat, serta serangan terhadap fasilitas energi di Timur Tengah, turut menekan pasar minyak dunia. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global.
Selain isu geopolitik, pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang mencapai 5 persen pada triwulan pertama 2026 turut memberikan sentimen positif terhadap permintaan minyak dunia. Namun, Laode juga menggarisbawahi bahwa meskipun harga minyak berpotensi terus bergejolak akibat kondisi global, ada faktor penyeimbang. Proyeksi penurunan permintaan minyak global pada triwulan kedua 2026 sebesar 5 juta barel per hari secara tahunan dan potensi terbukanya kembali jalur diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat dapat menahan kenaikan harga lebih lanjut.
"Pemerintah akan terus memantau perkembangan pasar minyak global secara cermat untuk menjaga ketahanan energi nasional serta memastikan stabilitas pasokan energi dalam negeri," tegas Laode.
Perbandingan harga rata-rata minyak mentah utama pada April 2026 dibandingkan Maret 2026 menunjukkan:
- ICP Indonesia: meningkat US$15,05/bbl dari US$102,26/bbl menjadi US$117,31/bbl.
- Brent (ICE): meningkat US$2,86/bbl dari US$99,60/bbl menjadi US$102,46/bbl.
- WTI (Nymex): meningkat US$7,06/bbl dari US$91,00/bbl menjadi US$98,06/bbl.
- Dated Brent: meningkat US$16,66/bbl dari US$103,89/bbl menjadi US$120,55/bbl.
- Basket OPEC: menurun US$7,81/bbl dari US$116,36/bbl menjadi US$108,55/bbl (per 29 April 2026).
Sumber : CNBC Indonesia
Posting Komentar