Laporan Pusat Pengendalian Operasi BNPB, mengutip Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), menyatakan Gunung Dukono yang berstatus Level II (Waspada) menunjukkan peningkatan aktivitas visual dan kegempaan sejak 29 Maret 2026, dengan rata-rata 95 kali erupsi. Kolom erupsi berwarna putih, kelabu, hingga hitam membumbung setinggi 10.000 meter, disertai dentuman lemah hingga kuat. Aktivitas kegempaan terekam dengan amplitudo maksimum 34 mm dan durasi 967,56 detik. Dampak erupsi terpantau di Desa Mamunya, Kecamatan Galela. BPBD Kabupaten Halmahera Utara telah mendirikan Posko Tanggap Darurat Bencana Terpadu dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk penanganan darurat.
Tim SAR gabungan terus melaksanakan penyisiran di kawasan Gunung Dukono untuk mengevakuasi sejumlah pendaki yang mengalami situasi darurat akibat peningkatan aktivitas vulkanik.
Pemerintah telah mengambil langkah-langkah penanganan darurat dan koordinasi lintas instansi.
Koordinasi dan Pemantauan Lapangan
Menindaklanjuti peringatan dari Badan Geologi terkait peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Dukono, Kementerian Pariwisata dilaporkan telah mengeluarkan surat penutupan kawasan pendakian guna mengantisipasi risiko keselamatan wisatawan dan masyarakat. Berdasarkan informasi sementara yang diperoleh dari koordinasi bersama lintas instansi, terdapat laporan adanya 2 wisatawan yang diduga meninggal dunia akibat insiden di kawasan Gunung Dukono. Namun, informasi ini masih dalam proses verifikasi lebih lanjut oleh Basarnas dan pihak terkait. Terdapat dugaan kelalaian dari pegiat wisata atau pihak yang tetap melakukan aktivitas pendakian meskipun telah ada pemberitahuan penutupan kawasan wisata pendakian Gunung Dukono.
Pemerintah terus melakukan pendalaman informasi untuk memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh. BNPB mengimbau masyarakat, wisatawan, dan pendaki untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, mematuhi arahan resmi dari pemerintah daerah dan petugas PVMBG, serta tidak beraktivitas dalam radius berbahaya yang telah direkomendasikan. Penggunaan masker dianjurkan apabila terjadi hujan abu vulkanik.
Posting Komentar