Aplikasi ini memungkinkan pihak penerima manfaat, yang diwakili oleh guru di sekolah dan kepala posyandu, untuk memberikan penilaian langsung terhadap kualitas makanan yang diterima. Parameter penilaian mencakup ketepatan waktu pengiriman, aroma, rasa, hingga variasi menu yang disajikan, sehingga evaluasi dapat dilakukan secara cepat dan terukur.
Data yang terkumpul hingga Sabtu, 23 Mei 2026, menunjukkan tingkat kepatuhan yang tinggi terhadap standar kualitas. Sebanyak 1.705 dari 1.707 laporan menyatakan makanan layak dikonsumsi, sementara 97,95 persen distribusi makanan dilaporkan tepat waktu. Aspek sensorik seperti aroma dan tampilan makanan juga mendapat penilaian positif dari mayoritas penerima manfaat.
Rasa makanan dinilai normal dan dapat diterima oleh 98,89 persen penerima manfaat. Sony Sanjaya, Wakil Kepala BGN, menyatakan bahwa aplikasi ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk mencegah permasalahan dalam pelaksanaan program MBG. Pengawasan tidak hanya bersifat internal, tetapi juga diperkuat melalui kontrol eksternal dengan melibatkan langsung penerima manfaat.
"Aplikasi ini dikembangkan agar penerima manfaat ikut terlibat dalam pengawasan kualitas MBG. Dengan demikian Ka SPPG dan seluruh mitra semakin serius menjaga kualitas makanan yang didistribusikan," ujar Sony Sonjaya dalam keterangannya, Senin, 25 Mei 2026.
Sumber : Viva
Posting Komentar