"Program ini adalah satu program untuk membangun kepercayaan bangsa kita, untuk menunjukkan bahwa Indonesia juga bisa naik kelas sebagai negara yang bisa melakukan industri maju, industri berbasis teknologi," ujar Menteri Brian dalam sebuah keterangan, Sabtu (23/5/2023).
Menurut Menteri Brian, kekuatan inti industri semikonduktor nasional terletak pada talenta muda yang dibina melalui perguruan tinggi dan ekosistem riset. Ia menargetkan terciptanya talenta semikonduktor unggulan dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.
"Yang paling penting dari semuanya adalah sumber daya manusia manusia, yang akan menjadi tulang punggung dari semuanya, tentunya adalah talenta-talenta muda," tuturnya.
Kolaborasi Kampus, Riset, dan Industri untuk Pengembangan Talenta
Menteri Brian mendorong penguatan sinergi antara institusi pendidikan tinggi, lembaga riset, dan industri. Tujuannya adalah agar pengembangan talenta dan inovasi yang dihasilkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa, sekaligus menempatkan perguruan tinggi sebagai pusat lahirnya talenta unggul, riset terapan, dan teknologi strategis nasional.
"Kita ingin orang-orang Indonesia menegakkan kepala, karena kita juga bisa bersaing dengan bangsa-bangsa lain yang mampu membangun industri berbasis teknologi," tegas Brian Yuliarto.
Kemendikdikteks berkolaborasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Danantara Indonesia, dan perusahaan semikonduktor global Arm. Kemitraan ini bertujuan mempersiapkan talenta semikonduktor nasional dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa, peneliti, lulusan baru, hingga profesional teknis.
Tahap awal program ini melibatkan 1.000 peserta yang mengikuti pelatihan intensif desain chip berbasis teknologi Arm selama tiga hari. Rencananya, program ini akan diperluas secara bertahap hingga menjangkau target 15.000 talenta Indonesia.
Pengembangan talenta semikonduktor ini juga mendukung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto, yang berfokus pada penguatan ekonomi nasional, hilirisasi industri, dan transformasi digital. Selain pelatihan, akan diselenggarakan pula "Indonesia 2026 Semiconductor Hackathon" yang melibatkan mahasiswa, akademisi, peneliti, dan pakar industri untuk mengembangkan desain chip di berbagai bidang seperti Internet of Things (IoT), energi terbarukan, pertanian cerdas, dan komputasi masa depan.
Sumber : Antara
Posting Komentar