Menurut para ahli diet, es krim umumnya terbuat dari susu atau krim, pemanis, dan perisa. Persyaratan standar dari Departemen Pertanian AS menetapkan bahwa es krim harus mengandung minimal 10 persen lemak susu. Produksi es krim komersial juga sering melibatkan penstabil dan pengemulsi untuk menghasilkan tekstur yang lembut dan konsisten.
Di sisi lain, yogurt beku dibuat dari susu yang telah melalui proses fermentasi dengan kultur bakteri hidup. Sama seperti es krim, yogurt beku juga sering ditambahkan pemanis, perisa, serta bahan penstabil dan pengemulsi.
Ahli nutrisi mencatat bahwa meskipun yogurt beku mungkin memiliki kandungan lemak lebih rendah, banyak variannya mengandung gula yang setara atau bahkan lebih tinggi dari es krim biasa. Perbedaan kandungan protein antara keduanya pun sangat minim, meskipun beberapa merek kini menawarkan yogurt beku ala Yunani yang berpotensi memiliki protein lebih tinggi.
Memilih Yogurt Beku yang Lebih Sehat
Saat memilih hidangan penutup beku, penting untuk memperhatikan kandungan kalori, lemak, dan gula yang disesuaikan dengan tujuan kesehatan pribadi. Disarankan untuk memilih porsi tunggal yang sudah ditentukan, alih-alih mengambil langsung dari wadah besar atau memesan porsi berukuran besar. Batasan gula tambahan sekitar 10 gram per sajian juga menjadi panduan yang baik.
Pilihan terbaik adalah menambahkan buah segar dan kacang-kacangan sebagai topping, yang kaya akan nutrisi. Hindari tambahan seperti permen, karamel, atau saus cokelat yang dapat secara signifikan meningkatkan kadar gula dan kalori. Baik es krim maupun yogurt beku dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Kesadaran akan apa yang dikonsumsi dan frekuensi konsumsinya akan membantu dalam menentukan pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Posting Komentar