Rupiah Anjlok ke Rekor Terendah Dekati Rp20 Ribu per Dolar AS


IDNEWSUPDATE.COM -  Nilai tukar rupiah kembali mencatat rekor terendah baru pada Senin pagi, diperdagangkan di level Rp17.128 per dolar Amerika Serikat. Mata uang Garuda ini melemah 0,14 persen atau 24 poin dari sesi perdagangan sebelumnya. Posisi ini menandai pelemahan historis rupiah terhadap mata uang Paman Sam.

Kondisi ini dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah dunia yang kembali menembus angka US$100 per barel. Kenaikan harga komoditas energi ini meningkatkan kebutuhan akan dolar AS untuk transaksi impor, yang secara langsung memberikan tekanan tambahan pada rupiah.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa kebutuhan impor minyak yang besar oleh pemerintah untuk memenuhi konsumsi harian, memerlukan alokasi dolar yang signifikan. "Pemerintah kan membutuhkan dana untuk membeli minyak 800-900 ribu paralel per hari. Itu berarti pemerintah harus mengimpor minyak yang cukup besar ya dengan dolar yang cukup besar. Inilah yang membuat Rupiah mengalami pelemahan," ujarnya.

Memasuki pertengahan April, Ibrahim memprediksi pelemahan rupiah masih berlanjut dan diperkirakan mencapai Rp17.400 per dolar AS. Ketidakpastian geopolitik global, khususnya terkait konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang dilaporkan gagal mencapai kesepakatan gencatan senjata, menjadi faktor utama yang menahan penguatan rupiah.

Proyeksi Penguatan Rupiah di Tengah Ketidakpastian

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, menyuarakan pandangan serupa mengenai sentimen pasar yang dapat mengubah kondisi secara drastis dalam waktu singkat. Namun, ia berpendapat bahwa tekanan tajam biasanya terjadi pada fase awal sebelum berangsur mereda berkat intervensi otoritas terkait di dalam negeri.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Faisal memproyeksikan rupiah masih memiliki peluang untuk menguat kembali ke kisaran Rp16.900 per dolar AS. Ia juga menilai bahwa potensi rupiah terdepresiasi hingga Rp20.000 per dolar AS dalam waktu dekat masih relatif kecil, meskipun kondisi ekonomi sangat bergantung pada perkembangan geopolitik yang sulit diprediksi.

Faisal menambahkan bahwa level psikologis baru rupiah saat ini berada di kisaran Rp17.000 per dolar AS.


0/Post a Comment/Comments

Ads