Agus menjelaskan bahwa tren ini tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di negara-negara tetangga seperti Thailand yang bahkan telah merasakan dampak penutupan pabrik otomotif Jepang akibat persaingan dari merek China. Sementara itu, India dan Vietnam dinilai berhasil membangun basis industri elektrifikasi lokal yang kuat.
"Indonesia kalau terkait elektrifikasi posisinya didominasi oleh barang berwarna kemerah-merahan," ujar Agus, merujuk pada diagram yang menunjukkan dominasi produk China melalui warna merah.
Agus menambahkan bahwa berdasarkan data, produk elektrifikasi di Indonesia didominasi oleh China dengan persentase mencapai lebih dari 60 persen. Fenomena ini sejalan dengan peningkatan jumlah merek mobil China yang masuk ke Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, dengan sebagian besar fokus pada penjualan mobil listrik baterai (BEV).
Dampak Elektrifikasi China di Pasar Otomotif Global
Fenomena dominasi China dalam elektrifikasi tidak terbatas di Indonesia. Thailand, misalnya, telah menghadapi tantangan serius di sektor otomotifnya. Sekitar 80 persen mobil listrik di Thailand berasal dari China. Berdasarkan data per 2024, sejumlah pabrik otomotif Jepang di Thailand seperti Subaru, Honda, dan Suzuki telah menutup operasionalnya.
"Dan Thailand sudah menghadapi masalah di industri otomotifnya. Banyak pabrik-pabrik yang mulai tutup sehingga Thailand growth-nya juga decay," jelas Agus.
Berbeda dengan Thailand, India dan Vietnam menunjukkan keberhasilan dalam memanfaatkan momentum elektrifikasi dengan membangun basis industri lokal yang kuat. Agus menggarisbawahi bahwa kehadiran produksi lokal menjadi pembeda utama, di mana negara-negara tersebut tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga memiliki industri pendukung yang memadai.
"Tapi lihat dua negara Asia Pasifik yang relatif berhasil di era ini adalah India dan Vietnam. Ijo-nya gede ya. Ijo-nya gede itu kalau dilihat di sini ada terkait dengan local production," ucapnya.
Keberhasilan India dan Vietnam ini, menurut Agus, tidak lepas dari kebijakan pemerintah setempat yang terukur dan konsisten dalam mendorong industri dalam negeri. "Nah ini adalah menjadi istilahnya pembelajaran buat kita. Kenapa India dan Vietnam ini elektrifikasinya mulai berhasil membangun internal. Karena memang mereka punya policy dan juga implementasi yang terukur," ujar Agus.
Untuk kawasan Asia Tenggara, Malaysia berada dalam posisi yang sedikit lebih baik dibandingkan Indonesia, meskipun tetap didominasi oleh produk China. Proyeksi global terbaru menunjukkan bahwa dominasi China dalam industri elektrifikasi diperkirakan akan terus berlanjut hingga tahun 2035, diikuti oleh negara maju seperti Eropa dan Amerika Serikat.
Sumber : cnnindonesia.com

Posting Komentar