"Gue tuh selalu bermimpi, pengen banget main film action. Sampai akhirnya gue dapet Ikatan Darah yang pengalamannya, gue bisa bilang ini adalah salah satu pengalaman terbaik gue selama gue berkarir," ujar Derby dalam konferensi pers film di XXI Epicentrum, Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Perjuangan Fisik dan Emosional Derby Romero
Karakter Bilal dalam "Ikatan Darah" menuntut Derby Romero untuk keluar dari zona nyaman, baik secara fisik maupun emosional. Ia harus menjalani latihan intensif untuk adegan laga dan melakukan adegan lari di medan yang berat. "Ada fase di mana gue emang harus lari doang adegan itu setiap hari, dengan medan naik turun," jelas Derby.
Selain tuntutan fisik, Derby juga mendalami konflik batin yang dialami Bilal, seorang karakter yang rela melakukan cara keliru demi melindungi keluarganya, terutama adiknya, Mega. "Buat gue, Bilal itu melakukan semuanya demi keluarga dan adiknya, Mega. Tapi memang caranya salah," tutur Derby.
Derby menilai karakter Bilal sangat relevan dengan realitas masyarakat, termasuk isu generasi sandwich yang memikul tanggung jawab besar terhadap keluarga. "Banyak orang mungkin punya niat yang sama, ingin melindungi keluarga. Hanya saja setiap orang punya cara berbeda. Di film ini, Bilal memilih jalan yang keliru dan harus menanggung konsekuensinya," tambahnya.
Ia pun bangga dapat memerankan karakter yang kompleks ini dan berharap pesan yang disampaikan melalui karakter Bilal dapat tersampaikan kepada penonton. Film "Ikatan Darah" sendiri mengisahkan tentang Mega, mantan atlet pencak silat yang terpaksa pensiun dini karena cedera, dan kemudian terseret masalah besar akibat kakaknya, Bilal, yang terjerat utang dan kasus pembunuhan.
Sumber : Antara

Posting Komentar