Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Welfizon Yuza, menjelaskan bahwa secara teknis, sistem pembayaran tetap akan mencatat transaksi bernilai simbolis. Meskipun gratis, kartu uang elektronik penumpang akan terpotong saldo sebesar Rp1 saat melakukan tap-in.
“Secara teknologi harus ada nilai rupiah yang ditransfer dari kartu. Makanya dikonversi menjadi Rp1,” jelas Welfizon.
Penyesuaian juga akan dilakukan pada jam operasional di hari pertama Lebaran. Layanan bus diperkirakan baru akan dimulai pada pukul 09.00 atau 10.00 WIB. Perubahan jadwal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi para pramudi dan staf Transjakarta untuk menunaikan ibadah salat Idul Fitri terlebih dahulu.
Penyesuaian Armada dan Fokus Rute Wisata
Setelah jam operasional normal kembali berjalan, armada Transjakarta akan dialihkan untuk melayani titik-titik keramaian, khususnya destinasi wisata populer. Beberapa lokasi yang menjadi prioritas antara lain Taman Margasatwa Ragunan, Taman Impian Jaya Ancol, dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), yang diprediksi akan ramai pengunjung pada hari kedua dan ketiga Lebaran.
Welfizon menyebutkan bahwa penambahan armada akan bersifat situasional, disesuaikan dengan tingkat kepadatan penumpang di rute tertentu. Hal ini dimungkinkan karena jumlah penumpang secara umum cenderung menurun selama masa libur Lebaran, sehingga armada yang ada dapat lebih fleksibel dialihkan ke rute yang lebih padat.
Pihaknya juga tengah mengkaji pembukaan rute langsung ke Ragunan dari beberapa koridor untuk mempermudah akses masyarakat. “Biasanya ramai di hari kedua dan ketiga Lebaran, terutama ke Ragunan. Kita sedang pelajari kemungkinan rute direct, misalnya dari Koridor 13 Ciledug langsung ke Ragunan,” tambahnya.
Welfizon mengonfirmasi bahwa pengumuman resmi mengenai tanggal pemberlakuan tarif gratis ini tinggal menunggu keputusan Dinas Perhubungan. “Pak Gubernur sudah sampaikan akan digratiskan. Nanti kita tunggu penetapan tanggalnya dari Dinas Perhubungan,” ujarnya kepada awak media, Rabu (4/3/2026).

Posting Komentar