
IDNEWSUPDATE - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) kembali menyuarakan pentingnya vaksinasi campak di tengah meningkatnya keraguan dan gerakan anti-vaksin yang beredar di masyarakat. IDAI menegaskan bahwa imunisasi merupakan langkah paling efektif untuk melindungi anak dari penyakit berbahaya.
Ketua Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, mengungkapkan bahwa keraguan masyarakat terhadap vaksin menjadi salah satu penyebab utama menurunnya cakupan imunisasi campak di Indonesia. Ia menekankan bahwa vaksinasi bukan hanya sekadar anjuran medis, melainkan sebuah pendekatan pencegahan yang didasarkan pada ilmu pengetahuan dan telah melalui penelitian ekstensif. Tujuan utama vaksinasi adalah membangun kekebalan tubuh tanpa harus melalui pengalaman sakit.
Vaksinasi Pilar Perlindungan Kesehatan Kolektif
Piprim menjelaskan esensi vaksinasi dengan analogi sederhana. "Nah kalau kita inginnya, karena kita dikasih akal oleh Allah, kita ingin kebalnya, tidak mau sakitnya. Makanya virus campak itu diproses oleh para ahli di laboratorium, dibuat lemah, kemudian disuntikkan. Dia dapat kebalnya, tidak dapat sakitnya. Itu inti dari vaksinasi sebetulnya," ujarnya.
Ia juga menyoroti bahwa konsep vaksinasi bukanlah hal baru, bahkan memiliki akar sejarah yang panjang dalam tradisi masyarakat Muslim. "Tradisi vaksinasi, penemuan vaksinasi cacar, itu dulu dari masyarakat Turki, Usmani. Kemudian diadopsi oleh istri Dubes Inggris, kemudian diteliti lebih jauh oleh Edward Jenner, dikembangkan jadi vaksin cacar yang pertama," papar Piprim.
Lebih lanjut, Piprim menekankan bahwa manfaat imunisasi melampaui perlindungan individu. Vaksinasi juga berperan vital dalam melindungi individu yang lebih rentan dalam komunitas, seperti anak-anak dengan kondisi kesehatan khusus yang tidak dapat menerima vaksin. "Kalau kena anak-anak kita yang gizinya jelek, malnutrisi, anak-anak kita yang kena penyakit kronik, penyakit jantung bawaan, kena penyakit-penyakit ginjal yang kena steroid, itu anak-anak harus dilindungi oleh lingkungannya," tegasnya.
Oleh karena itu, Piprim menyerukan kepada seluruh orang tua untuk kembali memprioritaskan kesehatan anak-anak mereka. "Jadi, ayolah sama-sama para orang tua semuanya, ayo kembali, fokus kita satu, jaga kesehatan anak-anak Indonesia. Jangan egois, karena bisa jadi ketika kita menolak vaksinasi, anak-anak kitalah yang sumber penularan dari virus campak ini," serunya.
Posting Komentar