Menurut Pramono, kebijakan ini diambil untuk menegaskan posisi Jakarta sebagai kota yang inklusif bagi siapa saja. Ia secara eksplisit menyatakan tidak akan ada perintah untuk melakukan pemeriksaan ketat terhadap para pendatang yang tiba usai mudik.
"Jakarta tetap akan terbuka bagi siapapun sehingga saya tidak akan memerintahkan untuk mengadakan yustisi ataupun screening. Jadi Jakarta tetap terbuka bagi siapa saja," kata Pramono kepada wartawan.
Lebih lanjut, ia juga menyinggung perihal ketersediaan lapangan pekerjaan di Jakarta yang masih terbuka lebar bagi para pencari kerja dari berbagai daerah. Namun, ia turut memberikan catatan penting terkait kondisi perekonomian global yang saat ini tengah menghadapi tantangan.
Peluang Kerja dan Tantangan Ekonomi Global
Pramono mengingatkan agar para pendatang tetap waspada dan berhati-hati, mengingat situasi dunia yang dipengaruhi oleh berbagai konflik internasional. Kondisi ini, menurutnya, dapat berdampak pada stabilitas ekonomi secara tidak langsung.
"Ruang untuk bekerja di Jakarta juga terbuka, tetapi memang dalam kondisi dunia yang seperti ini, ketika terjadi perang di mana-mana, Ukraina-Rusia, sekarang di Timur Tengah, Israel dengan Amerika dan juga dengan Iran, menurut saya kita harus perlu kehati-hatian," jelasnya.
Posting Komentar