Ribuan Sapi Perah Unggul Tiba di Cilacap Demi Swasembada Susu Nasional



IDNEWSUPDATE.COM  -  Sebanyak 1.383 ekor sapi perah berkualitas tinggi asal Australia telah tiba di Pelabuhan Hewan Tanjung Intan, Cilacap, Jawa Tengah. Kedatangan ternak unggul ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan susu nasional dan meningkatkan pasokan protein hewani dalam negeri.

Sapi-sapi yang didatangkan terdiri dari dua jenis dominan, yaitu Friesian Holstein (FH) dan Jersey. Kedua jenis sapi ini dikenal memiliki potensi produksi susu yang sangat baik, menjadikannya pilihan ideal untuk program peningkatan populasi sapi perah di Indonesia. Pengadaan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendorong kapasitas produksi susu domestik.

Dari total keseluruhan sapi yang tiba, 1.094 ekor adalah sapi Friesian Holstein yang diimpor oleh PT Lunar, sementara 289 ekor sisanya adalah sapi Jersey yang dibawa oleh PT Mazarat. Seluruh ternak dilaporkan dalam kondisi prima, telah melalui serangkaian pemeriksaan kesehatan yang ketat sebelum keberangkatan hingga selama pelayaran.

Direktur Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Hendra Wibawa, menekankan pentingnya pengawasan kesehatan hewan.  "Setiap sapi yang tiba wajib menjalani masa observasi di Instalasi Karantina Hewan (IKH) untuk memastikan tidak ada penyakit hewan menular yang masuk ke Indonesia," katanya.

Peran Karantina dan Adaptasi untuk Peternakan Lokal

"Pengawasan ketat selama pengiriman dan karantina bertujuan agar hanya sapi-sapi dengan kondisi kesehatan terbaik yang diperbolehkan masuk," ujar Hendra Wibawa. Kesiapan dan kesehatan sapi impor ini menjadi prioritas utama untuk mencegah penyebaran penyakit.

Kepala Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTU-HPT) Baturraden, Dani Kusworo, menyambut baik kedatangan sapi impor ini. "Sapi-sapi ini akan menjadi aset penting dalam meningkatkan kualitas genetika sapi perah lokal dan berpotensi memberikan dampak positif jangka panjang bagi peternak Indonesia," ungkapnya.

Setelah proses karantina dan adaptasi terhadap iklim Indonesia selesai, ribuan sapi ini akan didistribusikan ke berbagai pusat peternakan. Sebagian dari sapi tersebut, tepatnya 250 ekor, akan disalurkan melalui kolaborasi investasi antara PT Suri Nusantara Jaya dan PT. Estika. Kementerian Pertanian optimis bahwa program ini akan berkontribusi signifikan dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor produk susu, menaikkan produksi susu segar domestik, serta mendukung pemenuhan gizi masyarakat secara berkelanjutan.


0/Post a Comment/Comments

Ads