Purbaya menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong laju ekonomi secara maksimal pada periode tersebut. Ia memastikan alokasi dana akan disalurkan secara optimal untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
"Kuartal I-2026 itu 5,5% sampai 6%. Kita akan dorong ke arah 6% dan pemerintah memastikan belanja negara optimal," kata Purbaya.
Secara rinci, dana tersebut akan dialokasikan untuk beberapa program strategis, termasuk percepatan program MBG senilai Rp 62 triliun dan penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN/TNI/Polri sebesar Rp 55 triliun. Pemerintah juga menyiapkan anggaran untuk rehabilitasi dan rekonstruksi bencana di Sumatera senilai Rp 6 triliun serta paket stimulus menjelang Lebaran 2026 sebesar Rp 15 triliun.
Strategi Tambahan untuk Menjaga Daya Beli
Selain alokasi dana untuk program prioritas, anggaran belanja juga akan diarahkan untuk proyek pembangunan berskala besar. Di antaranya adalah pembangunan 30 unit KDMP senilai Rp 90 triliun, program pembangunan 190 unit rumah senilai Rp 20 triliun, hingga groundbreaking proyek hilirisasi Danantara yang nilainya mencapai US$ 7 miliar atau setara Rp 110 triliun.
Purbaya juga menyebutkan bahwa kebijakan pendukung seperti WFA akan diterapkan untuk membantu menjaga daya beli masyarakat selama periode Ramadan. Ia menambahkan bahwa pemerintah telah menyiapkan stimulus yang komprehensif guna memastikan seluruh target pertumbuhan ekonomi dapat tercapai.

Posting Komentar