
IDNEWSUPDATE.COM - AirAsia menyoroti Indonesia sebagai pasar paling menjanjikan dalam rute internasional di tengah persaingan ketat maskapai berbiaya rendah (LCC) di Asia Tenggara. Meskipun menghadapi tantangan domestik, pemulihan pascapandemi COVID-19 membuka peluang pertumbuhan baru bagi maskapai ini.
"Saya rasa Indonesia jadi salah satu pasar paling menantang bagi kami secara domestik, tapi salah satu pasar terbaik kami secara internasional. Jadi, kami mungkin (maskapai) nomor satu di pasar internasional, tetapi nomor empat atau lima di pasar domestik (Indonesia)," ujar CEO Capital A sekaligus penasihat AirAsia X (AAX) Tony Fernandes dalam wawancara eksklusif di Manama, Bahrain, Rabu (12/2/2026).
Tony menjelaskan bahwa AirAsia tidak hanya bersaing dari segi tarif, melainkan membangun proposisi layanan yang berbeda untuk menyasar segmen penumpang spesifik. "Kami menciptakan produk yang berbeda. Ada segmen penumpang yang menyukai produk kami," tuturnya.
Saat ini, AirAsia Indonesia mengoperasikan sekitar 28 pesawat dan berencana menambah armada hingga 50 pesawat untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing. Keterbatasan arus kas selama pandemi sempat menghambat perbaikan armada, namun ditargetkan seluruh pesawat akan kembali beroperasi penuh pada Maret mendatang.
Strategi Ekspansi AirAsia di Indonesia
Ke depan, AirAsia akan fokus pada wilayah yang masih kurang terlayani (underserved) dan memperkuat rute destinasi wisata unggulan di luar rute-rute yang sudah padat pemain. "Kami melirik wilayah-wilayah tertentu yang masih kurang terlayani seperti Sulawesi, namun kami juga ingin membangun lebih banyak rute internasional ke tempat-tempat seperti Labuan Bajo dan Lombok. Ambon, misalnya, punya potensi yang sangat besar. Kami telah mengembangkan rute ke Toba dan Silangit," ungkap Tony .
Maskapai ini juga mengembangkan konsep konektivitas "pulau ke pulau" antar destinasi pantai populer di Asia Tenggara, dengan rute Bali-Da Nang, Vietnam yang akan segera dibuka pada 20 Maret 2026. "Kami ingin menghubungkan banyak pulau, seperti Bali dan Phuket. Membangun jaringan antar destinasi pantai," tambahnya.
Ekspansi global AirAsia X yang menjadikan Bahrain sebagai hub strategis baru diharapkan membawa dampak positif bagi Indonesia. Pengembangan hub Timur Tengah ini menargetkan jaringan jarak jauh yang terintegrasi, menghubungkan Asia, Timur Tengah, Eropa, hingga Afrika. Peningkatan konektivitas global ini diprediksi akan mendorong pertumbuhan kerja sama ekonomi, seperti contoh rute Kuala Lumpur-Bandung yang meningkatkan perdagangan dan aktivitas ekonomi.
"Contohnya rute Kuala Lumpur-Bandung, hanya dengan membuka rute di sana, aktivitas belanja meningkat pesat, frekuensi penerbangan bertambah, dan perdagangan pun melonjak. Jadi, jika kami menambah lebih banyak penerbangan ke Afrika, hal itu pasti akan mendorong perdagangan antara ASEAN dan Afrika. Begitu pula saat kami membuka rute ke Kazakhstan, Hungaria, hingga Republik Ceko, volume bisnis pasti akan tumbuh. Itulah manfaat nyata dari sebuah konektivitas," pungkas Tony.
Sumber : antara
Posting Komentar