Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa pencapaian ini menunjukkan peningkatan sebesar 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya, di mana transaksi Harbolnas 2024 mencapai Rp31,2 triliun. "Harbolnas berhasil membuktikan perayaan belanja dapat menjadi momentum strategis, yaitu sebagai stimulus dalam meningkatkan daya beli masyarakat jelang akhir tahun," ujar Budi Santoso.
Lebih dari 1.300 pelaku usaha berpartisipasi dalam Harbolnas 2025, meliputi pedagang, ritel daring, dan penyedia layanan lokapasar. Partisipasi ini menunjukkan geliat pelaku usaha dalam memanfaatkan platform digital untuk meningkatkan penjualan.
Kontribusi produk lokal dalam total transaksi Harbolnas 2025 sangat signifikan, mencapai 45,6 persen atau setara dengan Rp16,6 triliun. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 3 persen atau Rp500 miliar dibandingkan tahun 2024, menandakan penguatan preferensi konsumen terhadap produk dalam negeri.
Dominasi Produk Lokal dan Dukungan UMKM
Tiga kategori produk lokal yang paling diminati konsumen adalah fesyen dan pakaian olahraga, produk perawatan diri (personal care), serta produk makanan dan minuman. Budi Santoso menambahkan, "capaian tersebut menunjukkan penguatan preferensi masyarakat terhadap produk dalam negeri di platform perdagangan digital."
Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar lebih aktif memanfaatkan momentum belanja daring seperti Harbolnas. Upaya ini dilakukan melalui peningkatan kualitas produk, perluasan jangkauan pasar, serta penguatan kapasitas digital UMKM agar mampu bersaing secara berkelanjutan.
Menteri Perdagangan berharap Harbolnas dapat terus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV. Program ini selaras dengan pelaksanaan Every Purchase is Cheap (EPIC) Sale dan Belanja di Indonesia Aja (BINA) Great Sale, yang secara gabungan menargetkan nilai transaksi hingga Rp110 triliun untuk tahun 2025.
Melalui sinergi program-program belanja ini, pemerintah berupaya meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat secara signifikan. "Pelaku usaha juga diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk mengembangkan skala usaha, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan kapasitas digital di tengah ekosistem perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) yang semakin kompetitif," imbuhnya.
Posting Komentar