
IDNEWSUPDATE.COM - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengumumkan bahwa potensi area yang dapat direhabilitasi pasca-bencana di wilayah Sumatera mencapai 49.197 hektare. Angka ini merupakan bagian dari upaya penanganan dampak bencana alam yang terjadi di tiga provinsi di pulau tersebut.
Direktur Rehabilitasi Hutan Ditjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kemenhut, M Saparis Soedarjanto, merinci potensi tersebut berdasarkan data yang dihimpun. Ia menyampaikan bahwa identifikasi ini mencakup kawasan yang terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Identifikasi Area Rehabilitasi Pascabencana
Menurut data yang disampaikan oleh M Saparis Soedarjanto, potensi area rehabilitasi di masing-masing provinsi adalah sebagai berikut:
- Aceh: 9.876 hektare
- Sumatera Utara: 36.271 hektare
- Sumatera Barat: 3.050 hektare
Sebelumnya, Kemenhut telah mengidentifikasi sejumlah area rehabilitasi hutan yang terdampak langsung oleh banjir dan longsor. Di Sumatera Barat, melalui Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Agam Kuantan, dilaporkan adanya 1 hektare areal rehabilitasi yang tertanam kini terdampak bencana. Sementara itu, BPDAS Asahan Barumun di Sumatera Utara melaporkan 10 hektare lahan di Desa Singgalang, yang merupakan bagian dari lokasi penanaman tahun 2024, juga mengalami dampak serupa. Di wilayah BPDAS Krueng Aceh, tercatat 280 hektare area rehabilitasi yang ditanam pada 2025, serta 40 hektare penanaman tahun 2024 di lokasi berbeda, turut terdampak oleh bencana.
Data ini dihimpun dari identifikasi cepat yang dilakukan antara 28 November hingga 10 Desember 2025 dan berpotensi mengalami pembaruan. Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban jiwa mencapai 1.180 orang, 145 orang masih hilang, dan 238 ribu orang mengungsi akibat bencana di Sumatera per Jumat (9/1).
Sumber : antara
Posting Komentar