Duduk Terlalu Lama Tingkatkan Risiko Gagal Jantung dan Kematian Kardiovaskular




IDNEWSUPDATE.COM -  Sebuah studi terbaru mengaitkan kebiasaan duduk terlalu lama dengan peningkatan risiko signifikan terhadap penyakit jantung. Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku kurang gerak, terutama duduk berlebihan, dapat memicu lonjakan risiko gagal jantung dan kematian akibat penyakit kardiovaskular hingga 60 persen.

Penelitian yang dilakukan oleh Mass General Brigham (MGB) ini mengidentifikasi bahwa risiko tersebut meningkat tajam ketika waktu duduk melebihi 10,6 jam per hari. Perilaku kurang gerak didefinisikan sebagai aktivitas terjaga dengan pengeluaran energi yang rendah, mencakup kegiatan seperti duduk atau berbaring, namun tidak termasuk waktu tidur.

Hasil studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American College of Cardiology ini juga mengindikasikan bahwa aktivitas fisik sedang hingga berat mungkin tidak sepenuhnya melindungi dari risiko penyakit jantung jika durasi duduk harian terlalu panjang.

"Banyak dari kita menghabiskan sebagian besar waktu saat terjaga dengan duduk. Meski sudah banyak bukti tentang pentingnya aktivitas fisik, dampak dari terlalu banyak duduk belum sepenuhnya dipahami," kata penulis utama studi, Ezimamaka Ajufo, peneliti kardiologi di Brigham and Women's Hospital.

Waspada Risiko Penyakit Jantung Meski Aktif Berolahraga

Lebih lanjut, temuan ini menyoroti bahwa risiko gaya hidup tidak aktif bergerak tetap ada bahkan pada individu yang rutin berolahraga. "Banyak orang yang berpikir olahraga di akhir hari bisa menebus kebiasaan duduk seharian. Akan tetapi, temuan kami menunjukkan masalahnya lebih kompleks dari itu," terang Ajufo.

Tim MGB menganalisis data dari 89.530 peserta kohort prospektif UK Biobank menggunakan pelacak aktivitas selama satu minggu. Penelitian ini mengkaji hubungan antara durasi duduk harian dengan risiko empat penyakit kardiovaskular utama: fibrilasi atrium, serangan jantung, gagal jantung, dan kematian akibat penyakit kardiovaskular. Algoritma pembelajaran mesin digunakan untuk mengklasifikasikan perilaku sedentary peserta.

Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun partisipan telah memenuhi rekomendasi aktivitas fisik minimal 150 menit aktivitas sedang hingga berat per minggu, risiko penyakit jantung tetap muncul. Risiko fibrilasi atrium dan serangan jantung memang dapat berkurang dengan olahraga, namun risiko gagal jantung dan kematian kardiovaskular hanya berkurang sebagian.

"Data kami mendukung bahwa mengurangi waktu duduk dan lebih banyak bergerak sangat penting untuk menurunkan risiko penyakit jantung, terutama gagal jantung dan kematian kardiovaskular," kata penulis senior Shaan Khurshid, ahli elektrofisiologi di Massachusetts General Hospital.

Para peneliti berharap temuan ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan pedoman dan strategi kesehatan masyarakat di masa depan, serta mendorong studi lanjutan untuk menguji intervensi yang dapat membantu masyarakat mengurangi waktu duduk dan dampaknya terhadap kesehatan jantung. "Olahraga memang sangat penting, tetapi menghindari duduk terlalu lama tampaknya sama krusialnya," tambah penulis senior lainnya, Patrick Ellinor, ahli jantung dan Direktur Pusat Jantung Corrigan Minehan di Massachusetts General Hospital.


0/Post a Comment/Comments