Sebelumnya, Dhaka, Bangladesh, menduduki peringkat pertama kota dengan kualitas udara terburuk di dunia dengan AQI 191. Sementara itu, Kumpala, Uganda, berada di urutan kedua dengan AQI 169. Kondisi udara yang memburuk di Jakarta mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengambil langkah-langkah konkret.
Pemprov DKI Jakarta telah merancang tiga strategi utama guna mengatasi permasalahan polusi udara di ibu kota. Langkah pertama berfokus pada peningkatan layanan transportasi publik melalui perluasan jangkauan bus Transjabodetabek. Rute-rute baru seperti Blok M-Alam Sutera, Blok M-PIK 2, dan Blok M-Bandara Soekarno Hatta diperkenalkan untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Strategi kedua menargetkan transisi ke transportasi yang lebih ramah lingkungan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan pengoperasian 10.000 bus listrik Transjakarta pada tahun 2030. Target ini didasarkan pada fakta bahwa sektor transportasi saat ini berkontribusi sebesar 50 persen terhadap emisi gas buang di Jakarta. Upaya ini diharapkan dapat secara signifikan mengurangi jejak karbon kota.
Upaya Pengelolaan Sampah dan Transportasi Berkelanjutan
Strategi ketiga difokuskan pada sektor pengelolaan sampah. Pemprov DKI Jakarta mendorong pengoperasian fasilitas Refused Derived Fuel (RDF) di Rorotan, Jakarta Utara, agar berjalan secara efektif. Pemanfaatan fasilitas ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus menghasilkan energi terbarukan. Selain itu, penerapan kawasan rendah emisi juga menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam menekan polusi udara.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga tengah menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai Pengelolaan Mutu Udara. Regulasi ini diharapkan dapat memberikan kerangka hukum yang lebih kuat untuk pengendalian pencemaran udara di masa mendatang. Berbagai upaya ini menunjukkan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi warganya.
Sumber : antara

Posting Komentar