Rupiah Anjlok Dekati Rp17 Ribu Tertekan Isu Timur Tengah




IDNEWSUPDATE.COM -  
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali tertekan pada penutupan perdagangan Jumat sore, merosot ke posisi Rp16.979 per dolar AS. Pelemahan ini mencapai 75,5 poin atau setara dengan 0,45 persen dari posisi penutupan sebelumnya.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), menempatkan rupiah pada angka Rp16.957 per dolar AS. Pergerakan mata uang di kawasan Asia menunjukkan variasi, dengan yen Jepang melemah 0,04 persen, baht Thailand menguat 0,20 persen, dan yuan China menguat 0,03 persen. Di sisi lain, peso Filipina melemah 0,50 persen dan won Korea Selatan turun 0,05 persen.

Dolar Singapura juga tercatat melemah 0,12 persen, sementara dolar Hong Kong terkoreksi 0,11 persen pada penutupan perdagangan sore ini. Sejumlah mata uang utama negara maju mayoritas berada di zona merah. Euro Eropa melemah 0,09 persen, poundsterling Inggris turun 0,17 persen, dan franc Swiss terkoreksi 0,19 persen.

Namun, dolar Australia menunjukkan penguatan 0,15 persen, dan dolar Kanada juga naik tipis 0,08 persen.

Sentimen Konflik Timur Tengah Pengaruhi Nilai Tukar

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah masih dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga minyak dunia. "Investor masih khawatir perkembangan seputar perang di Timteng dan mengabaikan retorika dari gedung putih yang mengatakan akan menangguhkan penyerangan ke fasilitas minyak Iran," ujar Lukman seperti dilansir CNNIndonesia.


0/Post a Comment/Comments

Ads